Seorang penjual tempe dan indomie serta kuli sampah di gerbong kereta yang selalu ingin bisa mensyukuri atas segala nikmat dan karunia, meski berupa ujian dan cobaan dariNya.

Seorang peminta-minta akan menyadari betapa besar nilai sebuah pemberian  meskipun hanya sesuap nasi atau sekeping uang recehan.  Seorang pedagang akan mengerti betapa berharganya mata uang sekecil apapun. Sebuah samuder yg maha luas tidak akan dapat merasakan siraman air garam yg mampu kita tuang. Seseorang saat berada di “bawah”, akan lebih menyadari betapa besar dan banyak nikmat yg dirasakan dari Rahman dan RahimNya melalui setiap tetes keringat perjuangannya. 

Janganlah jadi peminta-minta yg mengharap belas kasihan manusia. Janganlah pula jadi pedagang hanya semata-mata mengharap keuntungan duniawi. Tapi jadilah pengemis Allah, yang hanya mengharap pertolongan dan ridhoNya. Serta lakukanlah jual beli dgn Allah agar untung dunia akherat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s