Tulisan berikut ttg tokoh “baru” Indonesia yg aplikasinya banyak diunduh di App Store. Aplikasi selengkapnya ada di yufid.org

Judul Asli: Fadil Fuad Basymeleh, Chairman PT Zahir International : “Bersyariah dalam Bisnis Malah Menguntungkan”

Sumber tulisan : Suara Hidayatullah (2009)

Fadil Fuad Basymeleh (38), pria kelahiran Surabaya ini mungkin tidaklah setenar Mario Teguh, inspirator bisnis yang sering muncul di layar televisi. Tinggalnya pun menjauh dari kehidupan kota Jakarta. Ia lebih senang “bersemayam” di Malang, Jawa Timur, bersama istri dan anak-anaknya.
Meski demikian, bukan berarti pria lulusan Fakultas Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB) ini berdiam diri. Dari jarak yang jauh dari ibu kota itu, ia justru mengendalikan usahanya yang berkantor di Jakarta, PT Zahir Internasional. Fadil, demikian ia biasa dipanggil, adalah Chairman perusahaan software terkemuka di Indonesia itu.

Zahir adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan perangkat lunak (software) akuntansi dengan merk dagang Zahir Accounting. Software produk Zahir ini, pada tahun 2003, pernah mendapat penghargaan Best of The Best Software dari Presiden Republik Indonesia.

Kini, menurut Fadil, pamakai software Zahir sekitar 8 ribu perusahan kecil dan menengah (UKM).
Fadhil, yang pernah merintis usaha percetakan di Bandung, Jawa Barat, ini merasa mendapat keberkahan setelah mengelola usaha software tersebut. Meski demikian, bukan berarti liku-liku usaha tidak ia temukan. Misalnya soal kepercayaan. Justru, selama 11 tahun ia menjalankan usaha itu, baru 4 tahun belakangan inilah produk usahanya mulai diterima banyak lapisan.

Yang Fadil maksudkan keberkahan tadi adalah, “Belum pernah ada kejadian, karyawan tidak bisa gajian, kemudian perusahaan hutang sana-sini. Nggak pernah! Selalu saja ada saja rezekinya masing-masing. Begitu kita yakin, tawakal, selalu ada jalan keluar, tidak pernah sulit.”
Pandangan seperti itu tak pernah ada ketika sebelumnya ia menjalani usaha percetakan. “Justru semakin kita mengejar dunia, dunia malah semakin menjauhi kita,” ujar Fadil mengenang usahanya yang ia lepaskan pada tahun 1999.

Sejak itulah, Fadil mulai serius menjalani bisnis software-nya. Hanya, perbedaannya saat menjalani usaha ini, pandangannya tentang bagaimana harus menjalani usaha secara syariah menjadi lebih segar.
Apakah artinya Fadil dahulu sama sekali meninggalkan syariah? “Sejak awal saya mengerti agama dan tidak mau suap. Cuma, persoalannya dulu tidak intens. Boleh dibilang hanya setengah-setengah. Kita shalat tapi pikirannya masih ke dunia. Hanya kulit luar saja kita beragama,” jelas peraih penghargaan Best Enterprise 50 dari Majalah SWA tahun 2006 ini.
Kini, lembaran pahit telah ia tutup rapat-rapat. Sejak tahun 1999, ia membuka lembaran baru, menjadi seorang pengusaha Muslim.

Komitmennya itu tidak hanya ia nikmati sendiri. Ia ingin berbagi dengan yang lain, baik yang sudah menjadi pengusaha maupun calon pengusaha. Satu hal yang yang ia tularkan kepada yang lainnya, bahwa menjadi seorang pengusaha harus punya orientasi dunia dan akhirat.
Untuk berbagi pengalaman terhadap masalah itu, ia kemudian membuat sebuah situs pengusahamuslim. com dan sebuah milis di internet, tempat diskusi para pengusaha, karyawan, dan mahasiswa, di dunia maya.

Dalam diskusi tersebut topik yang dibahas tak hanya bisnis, tapi juga pandangan Islam (fatwa) atas praktik-praktik bisnis. Kini jumlah peserta diskusi sudah mencapai 1.400 orang.
Kepada Ahmad Damanik, wartawan Suara Hidayatullah, Fadil Basymeleh menceritakan segala aktivitas dakwahnya di bidang ekonomi. Selamat menyimak.

Apa tujuan Anda membuat situs pengusahamuslim. com yang Anda kelola sendiri?

Tujuannya agar para pengusaha Muslim yang tergabung di dalamnya dapat sukses dunia dan akhirat, hingga pada akhirnya, tercipta kekuatan ekonomi Islam yang dipelopori oleh pengusaha-pengusaha Muslim yang benar agamanya.

Apa yang mendasari Anda melakukan hal tersebut?

Saya ingin menularkan pengalaman yang saya alami. Ternyata, dengan kita kembali pada agama, kita lebih mudah bekerja. Rezeki lebih lancar dan urusan lebih beres.

Tidak sesibuk dulu, waktu kita murni mengejar dunia. Saat kita mengejar dunia, justru rezeki dunia semakin lari tidak karu-karuan. Dengan agama rezeki malah kian lancar.

Kalau semua pengusaha sadar akan hal itu, sedekah mereka lakukan, hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) baik, maka akan bermunculan pengusaha Muslim yang baik. Ekonominya bagus. Mereka membantu masyarakat kecil, fakir miskin, dan tidak ada lagi orang miskin yang tidak tertolong di sini.
Kalau para pengusaha disuruh bergabung di website untuk belajar agama, mereka akan jawab, “Tidak punya waktu. Saya kan mau cari partner bisnis.” Makanya, kita buat website pengusaha Muslim untuk mencari partner bisnis, tapi di situ juga kita sisipkan dakwah.

Apa yang biasa didiskusikan dalam milis itu?

Banyak yang mengeluhkan sudah menerapkan semua teori manajemen bisnis yang mutakhir, tapi tetap saja gagal.

Lalu, bagaimana cara Anda menjawab pertanyaan seperti itu?

Saya jelaskan, itu artinya dia tidak beruntung. Bagaimana caranya supaya beruntung? Banyak sekali pentunjuk dalam al-Qur`an, antara lain: “Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (Al ‘Araf [7]: 69),

Juga ada ayat lain: “Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” (Yusuf [12]: 23)
Selain itu, ada berbagai Hadits yang memberi pentujuk agar usaha kita mudah. Misalnya, “Orang yang pengasih akan dikasihi Dzat yang Maha Pengasih, kasihilah yang di bumi, maka Yang di Langit akan mengasihimu.” (Riwayat Tirmidzi).

Juga Hadits lain: “Barang siapa menolong saudaranya yang membutuhkan, maka Allah ta’ala akan menolongnya. .” (Riwayat Muslim). Dan banyak lainnya.

Apakah dengan cara itu, menurut Anda mampu menginspirasi orang lain?

Alhamdulillah, sudah ada yang terinspirasi dan termotivasi untuk menjadi pengusaha, di mana sebelumnya masih takut menjadi pengusaha. Ia menjadi berani memulai usaha karena soal rezeki, Allah SWT yang menanggungnya. Selama kita bertakwa dan bertawakkal, semua urusan insya Allah mudah.
Dalam al-Qur`an surat Ath-Thalaq ayat 2 dan 3, Allah SWT sudah jelaskan, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”

Dan banyak lagi yang baru menyadari, usaha mereka tidak memberikan hasil meskipun sudah bekerja jungkir balik, ternyata solusinya sudah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam (SAW). Ia bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, `Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepada Ku, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia).” (Riwayat Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, danAl-Hakim)

Bagaimana Anda menjadikan media ini menjadi menarik?

Saat ini telah ada milis pendamping yang kami buat, yaitu milis fatwa perdagangan, milis untuk membuat toko online, dan milis untuk out of topic.

Dalam milis perdagangan, anggota dapat bertanya masalah hukum seputar perdagangan dan jual beli. Sementara dalam milis membuat toko online, menjadi tempat bertanya dan berdiskusi tentang pemasaran online dan pembuatan website/toko online. Milis Out of Topic, biasanya digunakan untuk iklan, promosi, lowongan pekerjaan, dan lainnya.

Melihat penjelasan Anda, sepertinya Anda pernah mengalami kegagalan?

Ya, saya pernah mengalaminya saat mengelola bisnis advertising (periklanan). Itu terjadi pada tahun 1997, saat badai krisis ekonomi menerjang. Tapi, memang saya rasakan, semakin kita mengejar dunia, dunia semakin jauh meninggalkan kita.

Lalu, apa yang membut Anda terus bertahan dalam kemandirian dengan cara bisnis?

Salah satu yang mendorong saya untuk berbisnis adalah Hadits Nabi SAW yang menyatakan bahwa tangan di atas lebih baik ketimbang tangan di bawah. Dengan tangan di atas, kita bisa beramal, sedekah, dan berinfak sebanyak-banyaknya.

Bagi Anda apa hikmah menjadi pengusaha?

Pengusaha itu pemimpin. Seorang pemimpin, mempunyai kekuatan untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Kalau saya hanya jadi karyawan, dan kemudian ada teman sekantor yang berbuat maksiat, saya kan tidak punya kekuatan untuk melarang. Tapi jika saya menjadi pemimpin, maka saya bisa melarang hal itu.

Kepemimpinan seseorang benar-benar diuji ketika menjadi pengusaha. Salah satu ujiannya, apakah pengusaha bersangkutan bisa menerapkan hukum-hukum Islam di kantornya atau tidak.

Seperti apa Anda menerapkan nilai-nilai Islam dalam perusahaan?

Secara tertulis dalam bentuk aturan, tidak ada. Hanya saya memberikan contoh, misalnya shalat ke masjid, jujur, kalau ada masalah harus disampaikan, jangan ditutup-tutupi.
Namun, adajuga aturan yang baku. Misalnya, kalau wanita harus memakai jilbab. Selain itu, kita memisahkan antara ruangan laki-laki dan perempuan. Duduknya tidak sebelah-sebelahan, termasuk di bagian support yang paling banyak orangnya.

Ada yang lain?

Kalau untuk berinfak, saya tidak pernah memaksakan mereka. Hanya, saya selalu cerita kepada mereka bahwa dengan bersedekah, perusahaan ini bisa terus berkembang. Kita tak perlu memotong gajinya. Sebab itu harus hadir dari hatinya dengan penuh kesadaran. Cukup disentuh dengan cerita.

Konsisten dan Fokus, Kunci Sukses

Komitmen Fadil Fuad Basymeleh pada syariah tak cuma di bibir saja. Ia sudah menerapkan dalam biduk besar bernama PT Zahir International.

Sekitar 11 tahun ia jalankan usaha tersebut dengan sebuah cita-cita: mengelola perusahaan sesuai syariah. “Ya, karena memang sudah seharusnya demikian. Sebagai pengusaha Muslim, kita sudah selayaknya mengikuti pentunjuk Rasulullah SAW dalam bermuamalah. Insya Allah, dengan mengikuti aturan dan petunjuk beliau, usaha kita akan mudah dan rezeki yang kita peroleh akan berkah,” paparnya mantap.
Itu terbukti, PT Zahir Internasional terus melaju. Sekarang, menurut Fadil, ada sekitar 8 ribu pengusaha kecil dan menengah yang memakai jasa perusahaan ini. Sebuah prestasi yang cukup bagus.
Menanggapi keberhasilan itu, Fadil berkomentar singkat. “Alhamdulillah. Ini karunia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT). Itu saja. Kami merasa tidak hebat-hebat amat, tidak banyak yang kami kerjakan. Ya rezekilah.”

Apa resepnya? “Resepnya tidak ada. Kita hanyak konsisten saja, dan fokuskan pada bidang bisnis yang kita geluti dan kuasai. Kita tidak berusaha bisa pada semua hal, kita hanya bisa ini saja, maka kita serius di sana. Melayani pelanggan dengan baik, dengan sabar, seperti itu. Kalau kita berusaha melakukan semua hal, jadinya usaha kita akan mentah. Jadi lemah di mana-mana,” jelas Fadil.
Berikut penuturan Fadil tentang perkembangan usaha yang ia jalankan.

Apa yang menginspirasi Anda membuat produk piranti lunak Zahir Accounting?

Dulu, saat menjalani usaha percetakan di Bandung (Jawa Barat) saya merasa tidak ada tools berupa software untuk mengevaluasi perusahaan saya dengan cepat. Kalau pun sudah terjadi, saya telat mengambil keputusan. Tidak ada alat untuk menganalisa perkembangan penjualan, misalnya.
Kalau laporan keuangan, paling laporan laba rugi. Tapi, analisa pelanggan tidak ada, analisa produk bagaimana juga tidak ada, hanya terbatas pada laporan pembukaan keuangan. Sedangkan kita di seluruh aspek manajemen perusahaan kita usahakan ada data-datanya. Waktu itu, saya sangat bingung mengelola perusahaan.

Dari pengalaman itu Anda membuat usaha ini?

Ya. Setelah diterjang krisis tahun 1997 dan punya hutang banyak, terpikirlah untuk membuat alternatif bisnis. Kalau bikin software akuntansi sudah banyak. Tapi, saya melihat celah, yaitu software untuk pengusaha UKM.

Apa alasannya?

Karena mereka biasanya tidak ada ilmu akuntansi dan ilmu manajemen. Software Zahir didesain semudah mungkin, bisa digunakan oleh siapapun. Tidak hanya akuntan saja. Sang pengusaha bisa langsung meng-input data-data keuangan, selanjutnya software Zahir akan menampilkan laporan itu dalam bentuk grafik-grafik dengan realtime.

Dengan target UKM dan harga yang murah, lantas bagaimana tanggapan masyarakat terhadap produk Anda saat itu?

Mereka bilang, “Wah, ini orang Indonesia yang bikin, bisa gak?” Jadi, mereka awalnya kurang percaya. Kalau barang impor mereka percaya.

Belum lagi persoalan bagaimana meyakinkan. Akhirnya, saya berikan personal garansi, “Kapanpun ada masalah, Anda telepon, saya akan datang.” Saya pribadi yang akan perbaiki. Jaminan-jaminan itu yang membuat mereka mau membeli produk Zahir, termasuk jaminan uang saya berikan pada tahap awal.

Butuh berapa lama membangun kepercayaan itu?

Dari 11 tahun ini, mungkin baru 3-4 tahun belakangan mulai tumbuh kepercayaan masyarakat. Sebelumnya berat sekali. Ada penjualan, tapi tidak seperti sekarang.

Sekarang berapa UKM yang menggunakan produk Zahir?

Ada 8 ribu lebih perusahaan. Umumnya bidang perdagangan, penerbitan, properti, restoran, warung padang, ada juga digunakan untuk pom bensin Pertamina. Bahkan, Cam Chik, perusahaan milik Bob Sadino, juga pake punya kita.

Tapi, mereka tidak bisa menggunakan software Zahir Merdeka (salah jenis produk PT Zahir). Zahir Merdeka kita batasi untuk pengguna UKM atau orang-orang yang masih takut untuk beli.

Bagaimana jika ada koperasi masjid atau pesantren yang ingin menggunakan produk Zahir?

Biasanya kalau untuk masjid dan pesantren, kita berikan free. Silakan saja hubungi kita. Ini memang kontribusi Zahir untuk mereka. Untuk sosial keagamaan kita tidak akan tarik biaya. Kecuali, memang dia komersil meski membawa nama agama, tetap harus bayar.

Teman Curhat bagi 5 Orang Anaknya

Meski super sibuk, satu yang tak bisa Fadil Fuad Basymeleh tinggalkan, keluarga. Terutama kedua orangtua, Fuad Basymeleh (Alm) dan Lubna Atsigah.

Menurut suami dari Rosidah (30 tahun) ini, orangtua merupakan inspirasi. “Mereka pekerja keras yang membuat saya tidak pernah berpikir untuk menjadi karyawan. Jasa-jasa mereka terlalu besar, tidak mungkin saya balas. Jadi, saya berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik untuk mereka,” kata Fadhil.
Banyak prinsip hidup yang diajarkan orangtuanya kepada Fadil. “Kerja keras, kejujuran, integritas, banyak membantu sesama yang lemah, jangan sombong, perbanyak silaturahim, menghargai orangtua dan membantunya, taat beribadah, rajin belajar, dan sebagainya..,” tuturnya.

Meski kini tinggal hanya ada ibu, Fadil mengaku sering konsultasi dan meminta restunya jika akan merencanakan hal besar dalam pekerjaannya. “Karena yang saya tahu adalah ridha Allah bersama ridha orangtua,” jelasnya.

Anehnya, menurut Fadhil, ada sebagian orang perkotaan yang malah menaruh orangtua mereka di panti-panti jompo. “Mereka orang-orang bodoh dan merupakan orang yang sangat-sangat merugi. Mereka hanya mengejar sarana untuk mencari rezeki tapi mereka tidak mengejar yang punya rezeki, yaitu Allah, dan jalan yang paling mendekatkan seseorang dengan Allah adalah dengan berbakti kepada orangtuanya, dan memberikan yang terbaik untuk orangtuanya, dan membuat mereka selalu tersenyum bahagia,” urai Fadil yang sering membawa ibunya pada setiap kesempatan ke luar kota.

Menghindari Televisi

Fadil dikaruniai 5 orang anak, yaitu Inas (15), Rania (11), Yumna (9), Ahmad (5), dan Umar (7). Baginya, mendidik tak kalah pentingnya seperti mengurus bisnis. Bentuk dari keseriusan itu, ia dan keluarga memilih untuk tinggal di Malang, Jawa Timur. Sementara perusahaannya ada di Jakarta.
“Saya kurang merasa aman dengan pergaulan anak-anak Jakarta, tempat di mana sebelum ini kami tinggal,” paparnya.

Dengan bermukim di Malang, “Saya bisa lebih banyak waktu bersama keluarga dan mendidik mereka dengan lebih baik. Di Jakarta, waktu saya habis di jalan,” kata Fadhil lagi.
Menurut Fadil, komunikasi dan teladan yang baik adalah cara terbaik untuk mendidik anak. “Dengan cara itu, mereka tidak harus dimarahi agar mau shalat.”

Tidak cuma itu, Fadil juga menghindarkan TV bagi anak-anaknya. “Kecuali sekedar film kartun secukupnya.”
Dengan model komunikasi seperti itu, anak-anaknya menjadi merasa nyaman untuk bercerita tentang masalah pribadi mereka. “Mereka sering curhat kepada saya,” aku Fadil.

Alhamdulillah, mereka cukup menikmati cara tarbiyah yang Fadil terapkan di rumah. “Prestasi mereka di sekolah sangat bagus, akhlak mereka sangat baik dan ibadah mereka pun baik. Mereka sudah menjadi penyejuk mata hati kami orangtuanya,” ungkap Fadil bangga.

Kepada anak-anaknya, penghobi fotografi ini menanamkan akidah yang benar, dengan mengenalkan siapa Allah Suhnahu wa Ta’ala (SWT) , dan mengapa kita harus beribadah kepada Nya. “Saya hanya mengajak mereka berpikir tentang hakekat kehidupan, agar mereka tidak tertipu dengan dunia.” ***

Komentar:
Irwan Kelana, Redaktur Senior Harian Umum Republika:

Tak Malu Antarkan Ibunya Belanja

Saya mengenal Pak Fadil, begitu saya biasa menyapa Fadil Fuad Basymeleh, awal 2000-an. Sejak awal mengenalnya, saya terkesan oleh sikapnya yang sederhana, jujur dan tegas, kombinasi sifat-sifat yang sangat menarik dan saya yakin menjadi modal suksesnya dalam berbisnis maupun dalam kehidupan.
Ketika makan di sebuah restoran asing, misalnya, dia tanpa sungkan bertanya, ”Makanannya halal apa enggak? Mengandung babi apa enggak?”

Hal lain yang membuat saya terkesan adalah perhatiannya yang hangat kepada para karyawannya. Bahkan, dia menganggap para karyawannya itu sebagai keluarga. Kalau sudah begitu, maka dia tidak hitung-hitungan biaya manakala ada anak buahnya yang mendapatkan musibah.
Namun hal yang paling membuat saya tertarik adalah penghormatan Fadil terhadap kedua orangtuanya. Ia dengan setia mengantar dan mengurus pengobatan ayahnya di Malaysia, sampai sang ayah menutup mata di negeri jiran tersebut.

Ia pun sangat berbakti kepada ibunya. Dia sangat mengurus ibunya. Walaupun ia Chairman PT Zahir Internasional, ia tidak pernah merasa sungkan dan repot mengantar ibunya pergi ke mana-mana, termasuk berbelanja.

Bila diwawancara wartawan, ia sering mengutip Hadits Nabi yang artinya, ”Sungguh merugi, sungguh merugi, sungguh merugi, seseorang yang mempunyai orang tua yang sudah lanjut usia, namun tidak bisa membuatnya masuk surga.” (Maksudnya, ia tidak berbakti kepada orang tuanya itu). *Ahmad Damanik/Suara Hidayatullah, APRIL 2009

Artikel sejenis dapat dilihat disini,

Fadil Fuad Basymeleh dan

KISAH SUKSES ” MERAUP OMSET 6 MILYAR DI USIA MUDA “

Iklan