Judul asli: Putra Indonesia Juarai Lomba Pemrograman Game se-Amerika 16 Apr 2011 Nasional Republika JAKARTA –

Kepala Staf Kementerian Teknologi Amerika Serikat (AS), Anees Chopra, mengumumkan para pemenang lomba nasional game programming se-Amerika Serikat, akhir Maret lalu. Pengumuman itu sepertinya biasa saja, namun dari daftar para pemenang untuk tingkat kelompok 7-8 tahun, ada nama pelajar asal Indonesia, yaitu Muhammad Al-Fatih Ridha.

Dia mengungguli rekan-rekannya dalam perlombaan pemrograman game komputer itu. Fatih yang tinggal di Beaverton, Oregon, AS, ini berhasil meraih nilai tertinggi dalam kelompoknya. Dia mendesain dan memprog-ram permainan yang berjudul “Zuffs Adventure“. Permainan komputer ini dide-sainnya menggunakan Game Maker software dengan bahasa pemrograman GML (Game Maker Language) yang menceritakan petualangan karakter bernama Zuf?.

Putra pertama pasangan Mohammad Ridha dan Ratu Vanda Wardhani ini lahir di Indonesia dan sejak kecil tinggal bersama ketiga adiknya di Amerika. Dia memang senang dengan pemrograman permainan dan sudah diperkenalkan dengan pemrograman komputer dan desain peranti lunaknya beberapa tahun lalu oleh ayahnya yang berpendidikan ilmu komputer. Fatih dan adik-adiknya mengikuti program home-school di rumahnya dengan pengajaran yang diberikan kedua orang tuanya berda-sarkan kurikulum nasional. Mereka juga mengikuti kelas-kelas tambahan lain, seperti matematika, Japanese Abacus, English reading, and writing, Alquran dan Islam di masjid.

Selain itu, Fatih dan adik-adiknya juga aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga, seperti sepak bola, berenang, dan catur, termasuk mengikuti kompetisi tahunan tingkat provinsi di Oregon. Tahun ajaran depan Fatih telah diterima dan akan memasuki grade 9 di Schoolof Science and Technology di Beaverton, Oregon.

Lomba nasional game programming ini atau National STEM (Science Technology Engineering Math) Video Game Challenge di-inspirasi oleh Presiden AS, Barack Obama, untuk memacu motivasi minat para pelajar dalam mendalami ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika dengan memanfaatkan permainan komputer. Para peserta yang ikut ada 500 orang dan berhasil menyaring 12 pelajar yang terdiri dari para pelajar grade 5-8 (tingkat SD dan SMP). Lomba ini sendiri baru dilaksanakan pertama kalinya pada tahun ini.

Menurut Chopra, National STEM Video Game Challenge ini ditujukan untuk menjadi katalisator yang tidak saja bersifat menghibur, tapi juga mendidik dan memanfaatkan kecerdasan pelajar dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika. Para pemenang lombakompetisi nasional ini, termasuk Fatih mendapatkan hadiah laptop, software pendidikan, juga uang sebesar 2.000 dolar AS yang diberikan kepada sekolah mereka atau didonasikan ke organisasi nirlaba pilihan mereka. Fatih menyalurkan hadiah uang tersebut ke Islamic Society of Greater Portland (ISGP), organisasi Islam di kota tempat dia tinggal. Dana itu digunakan untuk membangun Youth Center sebagai sarana pendidikan dan olahraga. dewi m

Sumber: http://bataviase.co.id/node/642260 April 16, 2011.

Catatan:

Mb Vanda (Ratu Vanda Wardhani) aktif di milis sekolahrumah dan aktivis wrm-Indonesia.org.  Salah satu tulisannya ttg HS adalah Sekolah di Amerika (and why do you homeschool).

Iklan