Bagi mereka yang ingin melihat alternatif jalan lain selain “jalan
ijazah”, ada kisah menarik dari James Marcus Bach, seorang putus sekolah
yang tidak tamat SMA. Gurunya meremehkannya dan menganggapnya akan gagal
kalau dia tidak bersekolah dengan baik. Tetapi Bach memilih untuk
menjadi pembelajar mandiri (otodidak) yang menekuni bidang pemograman
hingga kemudian direkrut Apple Computer sebagai ahli software testing
dan dikenal sebagai software tester yang diakui di dunia.

Pengalaman Bach itu dituangkan dalam buku berjudul “Tinggalkan Sekolah
sebelum Terlambat, Belajar Cerdas Mandiri dan Mraih Sukses dengan Metode
Bajak Laut”, diterbitkan oleh penerbit Kaifa. Judul aslinya “Secrets of
Buccaneer-Scholar: How Self-Education and the Pursuit of Passion Can
Lead to a Lifetime of Success”.

Dalam buku ini, Bach menceritakan tentang pengalaman hidupnya dan
usahanya membangun credential/reputasi/akreditasi sebagai “mata uang”
pengganti ijazah. Semuanya berawal dari proses panjangnya menggeluti
bidang yang disukainya, ditekuninya dengan belajar keras, dan
dibuktikannya melalui portofolio karya dan prestasinya. Buku ini juga
menggambar strategi belajar Bach yang dinamakannya metode Bajak Laut
(buccaneer).

***

Dalam konteks homeschooling, James Marcus Bach adalah salah satu contoh
profil yang menempuh model unschooling, pendidikan yang didasarkan pada
minat/passion, bukan berdasarkan model sekolah (dengan mata pelajaran,
jenjang dan struktur yang melekat padanya).

Model yang dijalani oleh Bach ini memang sangat berbeda dibandingkan
model sekolah. Tapi bukankah pendidikan itu tak hanya sekedar sekolah?
Kegagalan di sekolah bukan berarti kegagalan kehidupan. Menempuh model
pendidikan yang berbeda dengan sekolah juga bukan berarti kebodohan.
Jalan-jalan pendidikan lain pun bisa menjadi pintu menuju keberhasilan
sebagaimana yang ditunjukkan secara nyata oleh Bach.

Sebagian besar ketakutan orang untuk menempuh jalan non-sekolah dipicu
oleh kekhawatiran terhadap dunia kerja. Sebagaimana hal itu juga
ditanyakan kepada Bach: “Banyak majikan/perusahaan sama sekali tidak
akan melirik Anda jika Anda tidak memiliki setumpuk ijazah formal.”

Dan Back menjawabnya dengan sudut pandang yang menarik. “Barangkali itu
benar. Memangnya kenapa? Saya tidak mencari pekerjaan ke banyak
majikan/perusahaan. Satu majikan sudah cukup buat saya. Selalu ada orang
yang menghargai sesuatu yang benar-benar bermanfaat, seperti keahlian
teknis dan kemampuan untuk bekerja sama dengan baik di dalam tim.
Temukan orang-orang seperti itu.”

Disarikan dari milis sekolahrumah.

Iklan