Syukur alhamdulillah saya diingatkan dgn tulisan disini untuk mengganti kata  ‘Bangga’ dengan ‘Syukur’…

Di dalam Al-Qur’an kata bangga hampir selalu berarti atau berdampak buruk. Allah tidak menyukai orang-orang yang membanggakan diri ( antara lain 4 :36  ; 28 :76 ; 57 : 23) , kebanggaan menimbulkan perpecahan ( antara lain  23:53 ; 30: 32 : 31 :40) dan kebanggaan juga menyebabkan datangnya azab dan hancurnya harta ( QS 57 : 20).

Sebaliknya kata syukur selalu berkonotasi positif, mendatangkan rakhmat (54 : 34-35) , mendatangkan ridhaNya (39 : 7), dijauhkan dari bencana ( 54 : 34-35), terbebas dari siksa (4 :147), bertambahnya nikmat ( 14 : 7) dan diperintahkan langsung maupun tidak langsung dalam sejumlah ayat !.

Sering dalam doa-doa saya panjatkan agar kelak anak-anak saya menjadi kebanggaan umat dan orang tuanya. Walau kelihatan doa yang baik, sudah sebaiknya diganti yg lebih baik, spt menjadi anak2 yang menyenangkan orangtuanya, atau menjadikan tambah syukur bagi orang tuanya. Walau a’lam.

Iklan