Setelah sekian tahun tidak mengunjungi dan menyirami blog ini agar tampak hidup, hari ini aku coba kembali isi dengan sesuatu yg mudah2an bisa memabwa manfaat, atau setidaknya ada hikmah dari tulisan disini.

Pagi tadi bagitu buka email, ada sebuah subjek menarik spt judul postingan ini, dari seorang temen lama. Seorang yg sangat saya kagumi karena kepintarannya, kesederhanaannya, serta keimanannya yg bagus. Seorang yg dimasa mudanya pernah menjadi “preman” terminal dan kernet oplet disalah satu terminal besar di kota Sumatra, kemudian berbalik 180 derajat setelah menikahi seorang gadis sholehah yg  merubah kehidupannya. Memilih meninggalkan pekerjaan yg bergelimang uang riba dan menjadi pengajar dgn gaji jauh lbh rendah dari sebelumnya justru merupakan pilihan dia.  Namun dari sinilah kemudian pintu2 rejeki halal dibukakan Allah dgn begitu luasnya.

Menjadi mahasiswa Todai program master, kemudian dilanjut program S3 dan akhirnya dilanjut hingga postdoct di Jepang adalah sebagian kecil prestasinya yg saya kagumi. Namun itu semua tidak menjadikan dia sombong dan sok pinter, meskipun sebenanrya emang pinter.

Pagi ini minta nasehat melalui emailnya. Saya tidak tahu dalam kapasiatas apa saya ini koq dimintai nasehat. Tidak dijelaskan pula apa alasannya minta nasehat.

Sekedar ingin menanyakan khabar kepada saudara yg selalu mengingatkan saya dulu.
Semoga tali silaturahim ini akan tetap terjaga hingga di syurga kelak, insya Allah. Amiin..

Satu permintaan saya.
Tolong pak berikan nasehat untuk saya.
Jazakallahu…

Sebagai seorang sahabat, tentu saja dgn senang hati akan memberinya nasehat.  Namun kali ini aku justru sdg mendapatkan nasihat dari sahabatku. Betapa tidak, Masya Allah, saya sangat terkesan dgn emailnya…menanyakan kabar adalah hal yg sangat sederhana sekali dan atas bantuan teknologi bisa kita lakukan dgn sangat mudah melalui berbagai cara. Namun kadang ada kendala dalam diri kita krn kita justru merasa berat melakukannya, entah dgn berbagai alasan yg bisa kita buat, atau krn memang kesibukan kita dgn diri kita sendiri. Namun ini tidak berlaku bagi sahabatku, meskipun jauh memiliki kesibukan yg lbh banyak dan penting dari saya. Ini pelajaran penting bagi saya pagi ini ….

Saya tidak bisa ngasih nasehat yg bagus, tp justru saya merassa dinasehati pagi ini…Namun krn diminta, sebagaimana Rosullullah ajarkan dari sebuah hadist
 
Dari Abu Najih ’Irbadh bin Sariyah rodhiallohu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah sholallahu‘alaihi wa sallam pernah menasihati kami dengan nasihat yang menggetarkan hati dan mencucurkan air mata. Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, seperti ini adalah nasihat perpisahan, karena itu berilah kami nasihat”. Beliau bersabda, “Aku wasiatkan kepada kalian untuk tetap menjaga ketakwaan kepada Alloh ‘azza wa jalla, tunduk taat (kepada pemimpin) meskipun kalian dipimpin oleh seorang budak Habsyi. Karena orang-orang yang hidup sesudahku akan melihat berbagai perselisihan, hendaklah kalian berpegang teguh kepada sunnah Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk (Alloh). Peganglah kuat-kuat sunnah itu dengan gigi geraham dan jauhilah ajaran-ajaran yang baru (dalam agama) karena semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, ia berkata, “Hadits ini hasan shahih”)
 
Itulah nasehat terbaik yg sdh dicontohkan Rosulullah.
Selain itu, kita yg sama2 memiliki banyak anak inysaAllah, ada sebuah syair dari Raihan yg sangat bagus…Iman tak dapat diwarisi..dari seorang ayah yang bertaqwa…
Semoga ini menjadikan kita selalu bersemangat dalam ketaqwaan dan memegang teguh sunnah dalam mengajarkan anak2 kita mengenal Allah dan Rosulnya.

Demikian nasehat yg kutulis dalam balasan emailnya.

Baru tahu kemudian, ternyata dia punya kebiasaan bagus yg patut ditiru. Terus terang, katanya, biasanya kalau dia sdg down (baik iman maupun semangat kerja) biasanya minta nasehat dari seniornya  yg sdg s3 di ausie. tapi sekarang beliau sdh pulang dan tampaknya jarang membuka email. sdh lama emailnya tidak dijawab. makanya kemarin dia beranikan diri untuk meminta nasehat kepada saya.

MasyaAllah, saya tidak menyangka dia memiliki kebiasaan “mendengar” yg bagus. Ini menjadi inspirasi bagi saya juga utk selalu meminta nasihat. InsyaAllah dgn senang hati saya akan memberikan waktu klo diminta, saya pun juga demikian, ingin lbh sering “mendengar” nasihat kebaikan dari siapapun…Bukan kah agama itu nasehat, kata Rosulullah. Utk siapa ? Beliau bersabda: ”Untuk Alloh, kitab-Nya, rosul-Nya,
pemimpin-pemimpin umat islam, dan untuk seluruh muslimin.” (HR.Muslim)

Diakhir emailnya, saya baru tahu kemudian, klo dia akan pulang ke Indonesia setelah selesai program Postdoctnya di Jp 30 Sept ini, dan akan berangkat “penataran” ke ke NOAA di Seattle, USA selama 1-2 tahun mulai November thn ini juga.

Selamat berkarya dgn dakwah bil Ilm sahabatku…..

Iklan